<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.8.4" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>danielrosyid.com</title>
	<link>http://danielrosyid.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2009 07:32:18 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Jembatan Selat Sunda : Blunder Konsep dan Teknomik</title>
		<description>
PENDAHULUAN 
Ada tiga alasan mendasar mengapa JSS adalah sebuah mega-mubazir, blunder teknologi, dan ekonomi regional untuk “menghubungkan” Jawa-Sumatra. Alasan pertama, secara paradigmatik, JSS adalah turunan paradigma pulau besar yang memandang laut dan selat sebagai pemisah, atau paling tidak semacam sungai besar.  Manusia pulau besar cenderung memaksakan kudanya (untuk zaman sekarang ...</description>
		<link>http://danielrosyid.com/jembatan-selat-sunda-blunder-konsep-dan-teknomik.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sekolahrumah (1): Strategi Deschooling dalam Peningkatan Kinerja Sistem Pendidikan Nasional</title>
		<description>
Menanggapi tulisan menarik dari Dewa Gde Satrya berjudul ”Homeschooling untuk Anak Wong Cilik ?” di rubrik ini (Kompas Jatim 20 Juli 2007), saya akan melihat isu sekolah rumah ini dari sudut peningkatan kinerja Sistem Pendidikan Nasional. Arsitektur Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana diamanahkan oleh UU Sisdiknas yang berlaku saat ini sebenarnya ...</description>
		<link>http://danielrosyid.com/sekolahrumah-strategi-deschooling-dalam-peningkatan-kinerja-sistem-pendidikan-nasional.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sekolahrumah (2): Kebutuhan Layanan Pendidikan</title>
		<description>
Layanan pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat sebagai konsumen jasa pendidikan pada saat ini adalah layanan pendidikan dengan delapan ciri sebagai berikut :

	membangun proses belajar yang berpusat pada anak
	inovatif dan luwes
	dipijakkan pada bakat dan minat anak yang beragam, dan unik, serta multi-cerdas
	mendorong kebiasaan belajar yang sehat
	membangun kreatifitas, dan tanggungjawab
	membangun toleransi
	terjangkau secara finansial
	relevan ...</description>
		<link>http://danielrosyid.com/sekolahrumah-kebutuhan-layanan-pendidikan.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sekolahrumah (3): Strategi Deschooling</title>
		<description>
Gejala too-much shooling yang menjadi ciri sistem persekolahan kita saat ini merupakan gejala yang tidak sehat, dan oleh karenanya harus dikurangi. Untuk itu, dapat diterapkan sebuah strategi deschooling, untuk meminjam istilah yang dipakai Ivan Illich dalam spiritnya yang terkenal ”Deschooling Society”. Diharapkan dengan strategi ini, sistem pendidikan nasional kita menjadi lebih lentur, dan memperoleh ...</description>
		<link>http://danielrosyid.com/sekolahrumah-strategi-deschooling.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Universitas Gagal Mengemban Peran Sebagai Sistem Peringatan Dini</title>
		<description>
Ada sebuah pelajaran penting yang dilupakan bangsa ini : kita memerlukan sebuah sistem peringatan dini (early warning system) yang peka mencandra berbagai bencana sosial, budaya, ekonomi, dan politik sebelum bencana-bencana ini terjadi. Saat ini kita disibukkan oleh berbagai upaya pemasangan berbagai sistem peringatan diri untuk berbagai bencana alam seperti banjir, ...</description>
		<link>http://danielrosyid.com/universitas-gagal-mengemban-peran-sebagai-sistem-peringatan-dini.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Transformasi Indonesia 2050 (1) &#8211; Pendidikan Liberal Arts</title>
		<description>Demi waktu,
Sungguh manusia dalam keadaan merugi,
Kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih, dan
Saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran
- Al Qur’an, Surat al ‘Asr

Ini adalah orasi yang disampaikan pada dies natalis ITS
1. Pendahuluan
2. Pendidikan Gagal Membangun Bangsa yang Berdisiplin
3. Pengertian dari Waktu dan Mengapa Ia Penting
4. Implikasi Merusak Ketidakpekaan Waktu
5. Pendidikan ...</description>
		<link>http://danielrosyid.com/orasi-dies-natalis-its-ke-47.html</link>
			</item>
</channel>
</rss>
