<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Reposisi PTBHMN : Model Bisnis Berbasis CSR</title>
	<atom:link href="http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 03:54:53 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: joe</title>
		<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/comment-page-1#comment-29</link>
		<dc:creator>joe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 15:30:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/#comment-29</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb
Mungkinkah tanpa mengubah nama menjadi PT BHMN, ITS melakukan ide2 yang bapak sebutkan?
Apakah arti sebuah nama? kan yang penting niatnya....

Saya kira perlu 1000x pemikiran ulang kalau kita mau jadikan ITS menjadi PT.BHMN, untuk mengikuti ke-4 PT yang gagal mengemban misi visi PT BHMN yang ideal. Sehingga &quot;korban&quot; adalah calan penerus bangsa dari kalangan orang &quot;miskin&quot; dan juga mutu pendidikan tinggi kita yang semakin didominasi oleh orang &quot;berduit tapi tak layak&quot;.
Maaf saya belum melihat point yang secara general bisa menjustifikasi perlunya PT BHMN. Pendapatnya demikian premature tanpa data statistik yang mendukung, terkesan dipaksakan untuk memenuhi &quot;pesan boss&quot;

Kalau memang menggratiskan PT itu suatu hal yang jauh bagi pendidikan kita, sementara banyak bibit unggul generasi bangsa dari kalangan yang kurang beruntung. Ada usulan solusi dari saya;
#pemerintah menyediakan dana pinjaman tanpa bunga kepada mahasiswa yang yang kurang mampu. Mereka dibebaskan membayar hutang klau berprestasi (anggap sebagai beasiswa berprestasi). Untuk mahasiswa yang lain (agar Bpk tidak bicara membiaya mhs yang &quot;sak enake dewe&quot;) diharuskan membayar hutang setelah mendapat pekerjaan dengan cara kredit.


Terima kasih
Wasalam
Joe

Insya Allah bapak sesekali pernah merenung dan meleburkan diri seandainya bapak di lingkungan keluarga yang kurang mampu, sementara gelora untuk kuliah sangat membara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb<br />
Mungkinkah tanpa mengubah nama menjadi PT BHMN, ITS melakukan ide2 yang bapak sebutkan?<br />
Apakah arti sebuah nama? kan yang penting niatnya&#8230;.</p>
<p>Saya kira perlu 1000x pemikiran ulang kalau kita mau jadikan ITS menjadi PT.BHMN, untuk mengikuti ke-4 PT yang gagal mengemban misi visi PT BHMN yang ideal. Sehingga &#8220;korban&#8221; adalah calan penerus bangsa dari kalangan orang &#8220;miskin&#8221; dan juga mutu pendidikan tinggi kita yang semakin didominasi oleh orang &#8220;berduit tapi tak layak&#8221;.<br />
Maaf saya belum melihat point yang secara general bisa menjustifikasi perlunya PT BHMN. Pendapatnya demikian premature tanpa data statistik yang mendukung, terkesan dipaksakan untuk memenuhi &#8220;pesan boss&#8221;</p>
<p>Kalau memang menggratiskan PT itu suatu hal yang jauh bagi pendidikan kita, sementara banyak bibit unggul generasi bangsa dari kalangan yang kurang beruntung. Ada usulan solusi dari saya;<br />
#pemerintah menyediakan dana pinjaman tanpa bunga kepada mahasiswa yang yang kurang mampu. Mereka dibebaskan membayar hutang klau berprestasi (anggap sebagai beasiswa berprestasi). Untuk mahasiswa yang lain (agar Bpk tidak bicara membiaya mhs yang &#8220;sak enake dewe&#8221;) diharuskan membayar hutang setelah mendapat pekerjaan dengan cara kredit.</p>
<p>Terima kasih<br />
Wasalam<br />
Joe</p>
<p>Insya Allah bapak sesekali pernah merenung dan meleburkan diri seandainya bapak di lingkungan keluarga yang kurang mampu, sementara gelora untuk kuliah sangat membara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syamsul Bachri Usman</title>
		<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/comment-page-1#comment-28</link>
		<dc:creator>Syamsul Bachri Usman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 23:53:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/#comment-28</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya saya ucapkan rasa kag bangga saya dan kagum saya kepada pemikiran2 bapak, tapi jka hanya bapak yang memiliki pemikiran seperti itu, apa itu akan terlaksana,

secara konsep saya akui sudah bagus........
tapi apakah ada pihak yang berani menjamin bahwa kelak apabila PT.BHMN ini terealisasi, akan masih ada kesempatan bagi anak bangsa ini yang kurang beruntung untuk kuliah ataupun terus kuliah di ITS???????????

Wassalam
(Mahasiswa Teknik Kelautan 2006)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p>Sebelumnya saya ucapkan rasa kag bangga saya dan kagum saya kepada pemikiran2 bapak, tapi jka hanya bapak yang memiliki pemikiran seperti itu, apa itu akan terlaksana,</p>
<p>secara konsep saya akui sudah bagus&#8230;&#8230;..<br />
tapi apakah ada pihak yang berani menjamin bahwa kelak apabila PT.BHMN ini terealisasi, akan masih ada kesempatan bagi anak bangsa ini yang kurang beruntung untuk kuliah ataupun terus kuliah di ITS???????????</p>
<p>Wassalam<br />
(Mahasiswa Teknik Kelautan 2006)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yogie</title>
		<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/comment-page-1#comment-27</link>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 14:10:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/#comment-27</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Perjuangan!!!!

Mengutip pernyataan Bapak Daniel,bahwa &quot;patut disesalkan memang kalau PTN/PTBHMN masih menggunakan old business model yang membebankan biaya pendidikan pada mahasiswa&quot;

namun tak dapat dipungkiri lagi pak, banyak Universitas mengambil pilihan itu (menaikkan biaya yang ditanggung mhs untuk kelancaran pendidikan di Institut/universitasnya).
Dan tanpa disadari ITS telah berjalan mendekati kesana.
belum jadi BHMN saja sudah seperti ini, apalagi kalau nantinya benar-benar jadi BHMN???
entah bagaimana nasib Mahasiswa,
mungkin &quot;SAYA ADALAH MAHASISWA MISKIN TERAKHIR YANG KULIAH DI ITS&quot;

bapak tahu??
PMDK Mandiri ditambah Kemitraan telah mencapai angka 26.67 % dari jumlah total PMDK yang diterima di ITS
jalur baru khusus untuk orang-orang &quot;berduit&#039;
telah dibuka dan diperluas..
sekarang ditambah lagi naik spp 25%,

apakah ini bukan bagian dari maaf &quot;kapitalisme pendidikan&quot;???(mengutip dari ungkapan salah satu dosen T.Kelautan)

Saya tahu, bahwa pemerintah sekarang pada posisi yang sulit, hutang yang menyita prosentase yang &quot;menggila&quot; di APBN mengalahkan anggaran pendidikan.
tapi ketahuilah wahai pemimpin bangsa,
bahwa jika pendidikan terus menerus di nomer sekiankan,
tinggal tunggu waktu saja,
indonesia akan makin jauh tertinggal,
makin terinfeksi virus-virus kebodohan,
kemiskinan makin meluas dan citra Indonesia di mata dunia akan tergilas...
dan ingat juga permasalahan moral generasi muda(calon pemimpin bangsa)juga perlu diperhitungkan.

entah 10-20 tahun lagi spt apa indonesia jika seperti ini keadaannya.(semoga bapak mengerti maksud saya)

kepada Bapak Daniel, tolong ide-ide &quot;menghadapi&quot; BHMN untuk UI juga disalurkan ke ITS. jangan biarkan almamater tercinta kita dihuni hanya satu golongan saja.
yaitu golongan &quot;borjuis&quot;
semertara itu golongan menengah ke bawah akan tetap pada kemiskinan dan kebodohan karena tak punya kesempatan mengenyam pendidikan.

kepada bapak Susilo Bambang Yudoyono.
saya kini juga sedang memimpin organisasi kecil.
dan dalam organisasi itu ada yang namanya proses kaderisasi dan regenerasi..(coba ibaratkan juga dgn negara yang Bapak pimpin)

tolong...tolong....Bapakq tercinta
saya berharap, jangan memikirkan pemerintahan pada masa jabatan bapak saja.
tapi pikirkan juga kepemimpinan selanjutnya...
10-20 tahun lagi,
bentuk para kader-kader calon pemimpin bangsa ini..
agar Indonesia tidak terpuruk dan semakin terpuruk natinya.
salah satunya dengan menempatkan Pendidikan pada prioritas pertama anda...
Ini Indonesia kita bersama pak!
plizz...

maaf jika ada salah-salah kata..
saya siap diajak diskusi...
sekian, dan terimakasih
jazakumullah khairan kattsir

yogi pramadhika*)
*)ketua himpunan mahasiswa teknik kelautan FTK-ITS</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Salam Perjuangan!!!!</p>
<p>Mengutip pernyataan Bapak Daniel,bahwa &#8220;patut disesalkan memang kalau PTN/PTBHMN masih menggunakan old business model yang membebankan biaya pendidikan pada mahasiswa&#8221;</p>
<p>namun tak dapat dipungkiri lagi pak, banyak Universitas mengambil pilihan itu (menaikkan biaya yang ditanggung mhs untuk kelancaran pendidikan di Institut/universitasnya).<br />
Dan tanpa disadari ITS telah berjalan mendekati kesana.<br />
belum jadi BHMN saja sudah seperti ini, apalagi kalau nantinya benar-benar jadi BHMN???<br />
entah bagaimana nasib Mahasiswa,<br />
mungkin &#8220;SAYA ADALAH MAHASISWA MISKIN TERAKHIR YANG KULIAH DI ITS&#8221;</p>
<p>bapak tahu??<br />
PMDK Mandiri ditambah Kemitraan telah mencapai angka 26.67 % dari jumlah total PMDK yang diterima di ITS<br />
jalur baru khusus untuk orang-orang &#8220;berduit&#8217;<br />
telah dibuka dan diperluas..<br />
sekarang ditambah lagi naik spp 25%,</p>
<p>apakah ini bukan bagian dari maaf &#8220;kapitalisme pendidikan&#8221;???(mengutip dari ungkapan salah satu dosen T.Kelautan)</p>
<p>Saya tahu, bahwa pemerintah sekarang pada posisi yang sulit, hutang yang menyita prosentase yang &#8220;menggila&#8221; di APBN mengalahkan anggaran pendidikan.<br />
tapi ketahuilah wahai pemimpin bangsa,<br />
bahwa jika pendidikan terus menerus di nomer sekiankan,<br />
tinggal tunggu waktu saja,<br />
indonesia akan makin jauh tertinggal,<br />
makin terinfeksi virus-virus kebodohan,<br />
kemiskinan makin meluas dan citra Indonesia di mata dunia akan tergilas&#8230;<br />
dan ingat juga permasalahan moral generasi muda(calon pemimpin bangsa)juga perlu diperhitungkan.</p>
<p>entah 10-20 tahun lagi spt apa indonesia jika seperti ini keadaannya.(semoga bapak mengerti maksud saya)</p>
<p>kepada Bapak Daniel, tolong ide-ide &#8220;menghadapi&#8221; BHMN untuk UI juga disalurkan ke ITS. jangan biarkan almamater tercinta kita dihuni hanya satu golongan saja.<br />
yaitu golongan &#8220;borjuis&#8221;<br />
semertara itu golongan menengah ke bawah akan tetap pada kemiskinan dan kebodohan karena tak punya kesempatan mengenyam pendidikan.</p>
<p>kepada bapak Susilo Bambang Yudoyono.<br />
saya kini juga sedang memimpin organisasi kecil.<br />
dan dalam organisasi itu ada yang namanya proses kaderisasi dan regenerasi..(coba ibaratkan juga dgn negara yang Bapak pimpin)</p>
<p>tolong&#8230;tolong&#8230;.Bapakq tercinta<br />
saya berharap, jangan memikirkan pemerintahan pada masa jabatan bapak saja.<br />
tapi pikirkan juga kepemimpinan selanjutnya&#8230;<br />
10-20 tahun lagi,<br />
bentuk para kader-kader calon pemimpin bangsa ini..<br />
agar Indonesia tidak terpuruk dan semakin terpuruk natinya.<br />
salah satunya dengan menempatkan Pendidikan pada prioritas pertama anda&#8230;<br />
Ini Indonesia kita bersama pak!<br />
plizz&#8230;</p>
<p>maaf jika ada salah-salah kata..<br />
saya siap diajak diskusi&#8230;<br />
sekian, dan terimakasih<br />
jazakumullah khairan kattsir</p>
<p>yogi pramadhika*)<br />
*)ketua himpunan mahasiswa teknik kelautan FTK-ITS</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ano</title>
		<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/comment-page-1#comment-26</link>
		<dc:creator>ano</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 18:10:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/#comment-26</guid>
		<description>bapak daniel yg saya hormati, saya salah satu mahasiswa universitas indonesia, saya mendukung ide bapak untuk membiayai operasional kampus dengan menggandeng perusahaan. tentunya bapak sudah berhitung berapa besar biaya operasional kampus tersebut, dan tentunya juga persediaan/budget perusahaan untuk program corporate social responsibility tersebut. berapa persen tingkat keyakinan bapak terhadap keberhasilan program tersebut? apa yang mendasarinya? lebih fair lagi kalo bapak membeber datanya di sini biar kita sama-sama tahu dan lebih mantab lagi mendukung bapak sebagai rektor universitas indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bapak daniel yg saya hormati, saya salah satu mahasiswa universitas indonesia, saya mendukung ide bapak untuk membiayai operasional kampus dengan menggandeng perusahaan. tentunya bapak sudah berhitung berapa besar biaya operasional kampus tersebut, dan tentunya juga persediaan/budget perusahaan untuk program corporate social responsibility tersebut. berapa persen tingkat keyakinan bapak terhadap keberhasilan program tersebut? apa yang mendasarinya? lebih fair lagi kalo bapak membeber datanya di sini biar kita sama-sama tahu dan lebih mantab lagi mendukung bapak sebagai rektor universitas indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel Rosyid</title>
		<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/comment-page-1#comment-25</link>
		<dc:creator>Daniel Rosyid</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 15:29:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/#comment-25</guid>
		<description>Terimakasih Sdr. Yogi, dan Anta,

Memang PTN harus banyak berbenah, dan mengubah model bisnisnya.
Segera perlu dipahami bahwa mengikuti pendidikan tinggi harus berdasarkan bakat dan
kualifikasi tertentu.

Hanya 20% lulusan SMU yang layak melanjutkan
pendidikan tinggi AKADEMIK (sarjana), 80%lainnya lebih cocok ke pendidikan vokasional
(politeknik).

Pendidikan tinggi, terutama PT teknik, harus lebih berorientasi operasi, bukan sekedar desain.
Ini untuk meng-expose sisi-sisi bisnis dari sebuah
pemanfaatan teknologi, dan menimbulkan minat
wirausaha mahasiswa.

Jadi, silahkan mengambil pendidikan tinggi, tapi
calon mahasiswa perlu tahu diri, justru untuk kepentingan dirinya. Janganb memaksakan diri
untuk mengambil pendidikan sarjana.
Kita perlu politeknik jauh lebih banyak daripada saat ini.

Saya mengajukan model bisnis baru, yaitu melibatkan mitra PT untuk melakukan seleksi mahasiswa dan ikut membiayai pendidikan dan penelitian mereka. Namun kapasitas pendidikan ini tidak besar. seleksi akan lebih ketat.

Daniel Rosyid</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih Sdr. Yogi, dan Anta,</p>
<p>Memang PTN harus banyak berbenah, dan mengubah model bisnisnya.<br />
Segera perlu dipahami bahwa mengikuti pendidikan tinggi harus berdasarkan bakat dan<br />
kualifikasi tertentu.</p>
<p>Hanya 20% lulusan SMU yang layak melanjutkan<br />
pendidikan tinggi AKADEMIK (sarjana), 80%lainnya lebih cocok ke pendidikan vokasional<br />
(politeknik).</p>
<p>Pendidikan tinggi, terutama PT teknik, harus lebih berorientasi operasi, bukan sekedar desain.<br />
Ini untuk meng-expose sisi-sisi bisnis dari sebuah<br />
pemanfaatan teknologi, dan menimbulkan minat<br />
wirausaha mahasiswa.</p>
<p>Jadi, silahkan mengambil pendidikan tinggi, tapi<br />
calon mahasiswa perlu tahu diri, justru untuk kepentingan dirinya. Janganb memaksakan diri<br />
untuk mengambil pendidikan sarjana.<br />
Kita perlu politeknik jauh lebih banyak daripada saat ini.</p>
<p>Saya mengajukan model bisnis baru, yaitu melibatkan mitra PT untuk melakukan seleksi mahasiswa dan ikut membiayai pendidikan dan penelitian mereka. Namun kapasitas pendidikan ini tidak besar. seleksi akan lebih ketat.</p>
<p>Daniel Rosyid</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anta</title>
		<link>http://danielrosyid.com/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr.html/comment-page-1#comment-24</link>
		<dc:creator>anta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 08:03:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/#comment-24</guid>
		<description>mengutip yogi pramadhika &quot;sarjana-sarjana banyak yang nganggur, apalagi yang hanya lulusan sma?&quot;

wah jangan remehkan lulusan SMA bang yogi, apa anda gak tahu pengusaha besi tua madura yang omset ratusan milyar sebulan itu kebanyakan lulusan SMA, malah ada yg hanya SD aja gak lulus, bahkan ada yg gak bisa baca!

lalu apa fungsi pendidikan kita? hanya untuk bikin CAP, lulusan ini, lulusan itu.. begitu?

saya sangat prihatin ternyata lebih dari 75% lulusan S1 yang sudah kerja gajinya di bawah 2 jt per bulan!!!
(data dari mana saya lupa, baca pas caru jurnal di google)

trus yg lebih banyak lg adalah jadi pengangguran!!!

untuk pak daniel, sudahkah bapak memikirkan solusi masalah ini? tentu kita tidak bisa berpulang ke masing2 individu, kalo banyak yang nganggur artinya sistem pendidikan kita yang salah kan?

oia satu hal pak daniel, sudahkah bapak melihat ke kampus2 swasta? banyak lulusan mereka yang membuka usaha dan sukses, lantas untuk mencari karyawan mereka lebih memilih yang satu almamater dengan dia. kalo bapak rajin menyimak iklan lowongan, tidak sedikit yang menyertakan kata-kata: &quot;diutamakan lulusan petra, uwm, ubaya&quot;


ibarat bom waktu, pada saatnya nanti ini pasti akan meledak, kemudian lulusan PTN hanya akan gigit jari.. kalo tidak mau ini terjadi segera siapkan strategi konkrit yang bisa dijalankan!

PTN jangan hanya siapkan lulusan yang pinter akademis, tapi punya talenta dan kepekaan di bidang bisnis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengutip yogi pramadhika &#8220;sarjana-sarjana banyak yang nganggur, apalagi yang hanya lulusan sma?&#8221;</p>
<p>wah jangan remehkan lulusan SMA bang yogi, apa anda gak tahu pengusaha besi tua madura yang omset ratusan milyar sebulan itu kebanyakan lulusan SMA, malah ada yg hanya SD aja gak lulus, bahkan ada yg gak bisa baca!</p>
<p>lalu apa fungsi pendidikan kita? hanya untuk bikin CAP, lulusan ini, lulusan itu.. begitu?</p>
<p>saya sangat prihatin ternyata lebih dari 75% lulusan S1 yang sudah kerja gajinya di bawah 2 jt per bulan!!!<br />
(data dari mana saya lupa, baca pas caru jurnal di google)</p>
<p>trus yg lebih banyak lg adalah jadi pengangguran!!!</p>
<p>untuk pak daniel, sudahkah bapak memikirkan solusi masalah ini? tentu kita tidak bisa berpulang ke masing2 individu, kalo banyak yang nganggur artinya sistem pendidikan kita yang salah kan?</p>
<p>oia satu hal pak daniel, sudahkah bapak melihat ke kampus2 swasta? banyak lulusan mereka yang membuka usaha dan sukses, lantas untuk mencari karyawan mereka lebih memilih yang satu almamater dengan dia. kalo bapak rajin menyimak iklan lowongan, tidak sedikit yang menyertakan kata-kata: &#8220;diutamakan lulusan petra, uwm, ubaya&#8221;</p>
<p>ibarat bom waktu, pada saatnya nanti ini pasti akan meledak, kemudian lulusan PTN hanya akan gigit jari.. kalo tidak mau ini terjadi segera siapkan strategi konkrit yang bisa dijalankan!</p>
<p>PTN jangan hanya siapkan lulusan yang pinter akademis, tapi punya talenta dan kepekaan di bidang bisnis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
